Monday, 9 November 2009

Masih dikira-kira

Untuk sebuah project atapun untuk sebuah rencana kadang kita masih menggunakan teori kira-kira.
"Kira-kira kapan selesai yah?"
"Kira-kira bisa sukses nggak yah?"
"Kira-kira dia suka  gw nggak yah?"

Kayaknya sudah saatnya kita merubah teori kira-kira menjadi teori kepastian, karena dengan teori kira-kira semua hal sepertinya masih di awang-awang. Jadi buang kata-kata kira-kira.

"kapan selesai yah?"
"bisa sukses nggak yah?"
"dia suka  gw nggak yah?"

Sudut pandang yang berbeda

Berpikir yang skeptis dan cenderung melihat suatu hal dari segi yang kurang positif, membuat kita buta bahwa segala hal memiliki alasan. Karena alasan memang terlahir untuk sebuah pembenaran. Jadi mari kita pandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dan bepikir out of the box dan kita buat hidup kita lebih hidup.

Sunday, 8 November 2009

Lini bisnis yang tidak biasa

Saya mendapatkan sebuah situs yang cukup menarik http://beautifulpeople.com/, menarik karena mereka berbisnis kencan online di lini kecantikan. Syaratnya mudah cantik dan disukai banyak orang dan anda menjadi salah satu anggota situs itu.

Keutungan yang didapat teryata cukup banyak dari mulai kerjasama dengan rumah model sampai jarigan global kalangan atas dan alasannya simple karena wanita dan pria cantik biasanya memiliki target pasar kalagan atas.

Jadi intinya:
  • Berfikir kreatif
  • Segala sesuatunya mungkin
  • Berani mencoba

Friday, 6 November 2009

Baru tau gender di bugis

Nonton di NatGeo, teryata bugis memeliki 5 gender dalam kebudayaan mereka dan mereka hidup secara bersama-sama. Dan ketika search di google dapat ini 
Sepertinya hanya di budaya Bugis, dikenal lima (5) jenis gender. Menurut penelitian anthropolog Australia, Sharyn Graham dalam research reportnya; Sex, Gender and Priests in South Sulawesi, Indonesia, IIASNewsletter|#29| November 2002 27 , budaya Bugis mengenal empat jenis gender dan satu para-gender; laki-laki (oroane), perempuan (makunrai), perempuan yang berpenampilan seperti layaknya laki-laki ( calalai), laki-laki yang berpenampilan seperti layaknya perempuan (calabai) dan para-gender bissu (Lihat juga Manusia Bugis, C Pelras, hal 191). Jenis yang terakhir ini lebih banyak disalah artikan dan dianggap identik dengan jenis calabai, walau secara peran dan kedudukannya dalam budaya Bugis tidak demikian. Juga, tidak sedikit yang mempertautkan keunikan para-gender Bissu ini dengan kepercayaan lokal yang disebut Tolotang, hal yang mana dibantah secara nyata oleh komunitas Amparita Sidrap yang menjadi representasi penganut Tolotang dalam suku Bugis.
Wah teryata adat dan kebudayaan di Indonesia banyak juga yah :)

Mengeluarkan ide

Mengeluarkan ide di dalam tulisan teryata tidak mudah. Ingin rasanya menulis seperti ollie yang bebas lepas dan lugas. Kalo ollie bilang semuanya mesti keluar dan mengalir apa adanya. Nggak perlu koreksi macam-macam tulis dan publish.
Kalo dari cerita ollie ada beberapa hal yang bisa gw simpulkan.
  1. Semua hal bisa jadi tulisan.
  2. Nggak perlu lo tambahin macam-macam cuma tulis aja.
  3. Jangan takut di protes orang toh ini tulisan elo.
  4. Dan nggak perlu mikir yang berat-berat.
  5. Lupain sementara 4W 1H yang melegenda.
Jadi ini buan twitter tulisan 140 Karakter ini cuma blog yang akan menuliskan apapun yang ada dipikiran. Nggak perlu pakai editor seperti di kantor dan nggak perlu takut karena ini cuma tulisan singkat.